Ketahui Penyakit Kulit pada Anak

Penyakit Kulit pada Anak-Mengetahui jenis penyakit kulit pada anak penting agar anda sebagai orang tua bisa menyikapi apa yang sedang diderita si buah hati , macam Penyakit kulit yang berbahaya  pada anak diantaranya sebagai berikut :

Dermatitis Seboroik

Masalah penyakit kulit pada anak ini terjadi pada area sebore yang meliputi kepala, wajah, telinga, dada, dan lipatan kulit. Dermatitis seboroik ditandai dengan kulit bersisik, berwarna kemerah-merahan, juga berminyak. Dermatitis seboroik paling sering kita temukan pada bayi usia 4 sampai 6 minggu. Penyebabnya adalah hormon ibu yang masih tertinggal pada bayi.

Biasanya dermatitis seboroik akan menghilang dengan sendirinya pada usia anak sekitar 6 bulan. Namun masalah penyakit kulit pada anak ini cukup menganggu kenyamanan anak sehingga membuatnya menangis terus menerus.

Untuk mengatasi penyakit kulit pada anak ini, oleskan minyak bayi (baby oil) semalaman pada bagian kulit yang memperlihatkan gejala dermatitis seboroik. Pada pagi hari, cucilah bagian tersebut dengan shampo khusus bayi. 

Biang keringat 

Biang keringat adalah penyakit kulit pada anak yang sering kita temukan, terutama balita yang masih memerlukan perhatian ekstra soal kebersihan kulitnya. Keberadaan biang keringat ditandai dengan ruam-ruam merah halus atau bintil-bintil merah kecil di bagian dahi, dada, serta punggung anak.

Untuk mengatasi masalah penyakit kulit pada anak ini, Anda perlu memastikan sirkulasi udara di tubuh bayi tidak terhalang, selalu kering, dan bersih. Jika berkeringat, usaplah segera keringat tersebut dan ganti pakaian yang lembab apalagi basah. Gunakan sabun kesehatan yang aman untuk bayi, gosok kulitnya secara merata setiap kali mandi. Setelah mandi, pastikan tubuhnya dalam keadaan kering ketika berpakaian kembali.

Penyebab penyakit kulit pada anak ini adalah sirkulasi udara yang terhalang sehingga tubuh anak di bagian tertentu menjadi lebih panas dan lembab. Kebersihan kulit anak yang kurang terjaga akan menambah parah biang keringat tersebut.


Dermatitis Popok , Ruam Popok, Eksim Popok 

Penyakit kulit pada anak yang satu ini mempunyai banyak nama, salah satu nama asingnya yang terkenal adalah diaper rash atau ruam popok atau eksim popok.Pada umumnya terjadi pada bayi usia beberapa minggu sampai usia 18 bulan. Paling banyak pada bayi usia 6 sampai 9 bulan. Pencetusnya adalah pemakaian popok yang salah.

Popok bayi mempunyai ini kapasitas maksimal untuk menyimpan urin dan tinja. Jika kapasitas popok sudah terlampaui, kotoran yang bersentuhan akan menimbulkan masalah, salah satunya penyakit kulit pada anak. Untuk itu, jika anak sedang di rumah sebaiknya tidak perlu memakai popok. Jika anak memakai popok, pastikan kapasitasnya masih dapat menampung kotoran anak Anda di popk tersebut.

Dermatitis 

Atopik atau Eksim susu Eksim susu adalah penyakit kulit pada anak yang terjadi pada bayi berusia di bawa tiga bulan, namun paling sering terjadi pada anak di bawah 1 tahun atau di bawah 5 tahun. Anak yang terkena eksim susu kulitnya cenderung kering, kelembapannya berkurang atau hilang, sehingga rentan bereaksi terhadap keadaan lingkungan luar seperti debu, makanan, serta kuman-kuman di udara.

Cara mengatasi masalah penyakit kulit pada anak ini adalah dengan selalu menjaga kebersihan badan anak. Setelah selesai bermain, mandikan, bersihkan badannya secara menyeluruh dengan sabun yang lembut dan aman bagi anak. Usaplah keringatnya, keringkan badannya jika anak belum sempat dimandikan. Anda juga dapat mengolesi kulit anak dengan krim pelindung khusus untuk bayi.


Kulit Kering dan Lecet

Kulit bayi yang kering akan terasa kasar bila diusap, bahkan terkadang terlihat melepuh. Untuk mengatasi penyakit kulit pada anak ini, perhatikan terlebih dahulu kadar kekeringan pada kulit anak. Pada kulit anak yang tidak terlalu kering, penanganannya cukup dengan lotion atau krim khusus untuk bayi. Pakaikan setelah bayi mandi. Jika kondisi kulit kering cukup parah, gunakan baby oil untuk melembabkannya kembali.

Untuk kulit bayi yang lecet, terutama pada area anus, Anda memerlukan krim bayi khusus yang sebaiknya Anda konsultasikan terlebih dahulu pada dokter anak setempat, agar obat penyakit kulit pada anak yang dipakai memang tepat untuk bayi.

Rubella

Rubella, penyakit kulit pada anak ini sering disebut dengan nama campak jerman atau campak 3 hari. Penyakit kulit pada anak ini merupakan infeksi yang menyerang kulit dan kelenjar getah bening. Penyakit kulit pada anak ini disebabkan oleh virus rubella (bukan virus penyebab penyakit campak atau measles) yang ditularkan lewat droplet (percikan cairan) dari tenggorokan atau hidung yang dihirup oleh orang lain.

Rubella merupakan penyakit kulit pada anak yang bersifat ringan, tetapi infeksi virus ini berbahaya sekali bagi para wanita hamil karena dapat menimbulkan sindrom rubella kongential pada bayi yang dikandungnya. Saat ini, infeksi rubella lebih banyak menyerang orang dewasa muda yang tidak diimunisasi daripada anak-anak.

Gejala penyakit kulit pada anak ini adalah demam ringan dan rasa nyeri selama 1-2 hari serta pembengkakan kelenjar getah bening. Gejala lain dari penyakit kulit pada anak ini adalah sakit kepala, hidung tersumbat, nafsu makan hilang, nyeri dan pembengkakan sendi.

Pencegahan dari penyakit kulit pada anak bernama rubella adalah dengan vaksin rubella. Biasanya, vaksin ini diberikan pada anak umur 12 sampai 15 bulan yang nerupakan bagian dari vaksin MMR. Sementara itu, dosis kedua MMR diberian biasanya ketika umur 4-6 tahun. 

Impetigo

Impetigo adalah penyakit kulit pada anak berupa infeksi kulit yang dikarenakan oleh bakteri. Bakteri penyebab penyakit kulit pada anak ini mungkin saja sebab stafilokokus aureus atau streptokokus hemolitikus B grup A. Impetigo menyerang kulit di bagian atas (epidermis superfisial).

Penyakit kulit pada anak ini adalah infeksi kulit yang sering muncul pada anak-anak umur 2-5 tahun. Impetigo ini sendiri diklasifikasikan ke dalam dua jenis, yakni impetigo krustosa (tidak menimbulkan gelembung ciaran dengan krusta, keropeng atau koreng) dan impetigo bulosa (gelembung berisi cairan).

Penyakit kulit pada anak ini dapat diobati dengan antibiotik selama 24 jam sehingga infeksi tidak akan lagi menyebar. Sementara itu, untuk pencegahannya dapat dilakukan degan mendai teratur menggunakan sabun dan air, cuci tangan teratur, membersihkan kuku, dan lain-lain. 

Roseola

Ini dikenal juga dengan sebutan sixth disease, eksantema subitum, dan rosella infantum. Penyakit kulit pada anak ini diakibatkan oleh virus yang menyerang anak kecil yang berusia sekitar enam bulan sampai usia dua tahun. Tanda-tanda terkena penyakit kulit pada anak ini yaitu demam tinggi selama beberapa hari dan juga muncul ruam-ruam pada kulit setelah demam turun.

Gejala penyakit kulit pada anak, roseola, yaitu mengalami infeksi saluran pernafasan atas yang bersifat ringan dan demam tinggi selama satu minggu. Pada masa ini, biasanya anak akan rewel, nasfsu makan menurun, dan kelenjar getah bening leher bengkak.

Penyakit kulit pada anak ini menular melalui droplet cairan dari hidung serta tenggorokan orang yang mengalami infeksi. Droplet tersebut menyebar atau keluar ketika orang tadi berbicara, tertawa, batuk, dan bersin, sedangkan orang yang menghirup atau menyentuhnya akan terinfeksi jika menyentuh mulut atau hidung mereka sendiri.

Sepererti apakah pencegahan penyakit kulit pada anak ini? Hingga saat ini, belum ditemukan cara pencegahan penyebaran roseola karena biasanya infeksi ini menyerang anak kecil dan jarang menyerang orang dewasa. Diperkirakan infeksi roseola yang terjadi saat anak-anak menyebabkan kekebalan bersifat tahan lama terhadap infeksi selanjutnya


Ketahui Penyakit Kulit pada Anak Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Obat Batuk